
Ada yang pernah atau lagi terjebak friendzone? Nah, kali ini aku lagi pengen review novel friendzone nya kak Alnira. Sebelumnya simak blurb-nya dulu ya π
Judul : Friendzone; Lempar Kode, Sembunyi Hati
Penulis : Alnira
Penerbit : Grasindo
Genre : Romance
Tebal : 300 Halaman
Tahun Terbit : Februari, 2018
ISBN : 978-602-452-842-3
[Blurb]
"Pokoknya kita berlima harus jadi sahabat selamanya, nggak boleh ada yang jatuh cinta satu sama lain. Oke?"
"Aku nggak tahu rahasia jodoh. Tapi aku juga nggak mau merusak persahabatan kita. Jadi aku nggak tahu gimana, aku nggak bisa menebak masa depan."
"Menurut kamu gimana, kalau ada orang yang naksir sahabatnya sendiri?"
Kata 'friendzone' tidak ada dalam kamus seorang Andira Ramadhani, apalagi dia dan keempat sahabatnya yang lain sudah membuat perjanjian untuk tidak saling jatuh cinta. Namun, kedekatan dan kenyamanan yang terjalin membuat hatinya berubah. Dira mencintai sahabatnya sendiri. Saat dia berusaha untuk menghilangkan perasaan cintanya, cowok yang ditaksir Dira malah selalu bertingkah aneh, dengan mengeluarkan kode-kode yang membuat Dira menebak-nebak tentang perasaan cowok itu padanya. Namun, ketika Dira berharap perasaannya berbalas, cowok itu malah menghilang tanpa kabar.
⏳⏳⏳⏳⏳
Dira, Maya, Wisnu, Angga dan Ransi bersahabat dari SMP dan mereka membuat perjanjian untuk gak jatuh cinta sama sahabat sendiri. Namun, beberapa tahun kemudian, tiga di antaranya melanggar.
Wisnu mencintai Maya..
Maya mencintai Angga..
Dan Dira mencintai Ransi..
Ransi yang super dingin, sulit ditebak, dan memiliki idealisme yang tinggi, tapi selalu ada saat Dira butuh itu yang akhirnya membuat Dira mencintainya diam-diam selama bertahun-tahun. Dira nggak tahu pasti Ransi mencintainya juga apa hanya menganggapnya sebagai sahabat saja, tapi Dira tetap berharap Ransi membalas perasaannya apalagi Ransi selalu memberikan kode-kode yang membuatnya selalu menebak-nebak perasaan cowok itu.
Dira takut kalau dia mengungkapkan perasaannya lebih dulu nantinya Ransi malah menjauh. Dan juga karena dia masih mempertahankan prinsip, perempuan itu kodratnya dikejar, bukan mengejar.
"I don't know which is worse. Keeping your love for someone as a secret. Or telling them and risk being rejected."
Saat Ransi masih belum bisa ngasih kepastian dan cuma bisa ngasih kode-kode, bahkan suka menghilang tanpa kabar. Dira mulai kesal dan dia memilih untuk melupakan Ransi. Terlebih ada Amed, salah satu nasabahnya yang tertarik dengannya. Walaupun banyak yang mengatakan dia dan Amed serasi, tapi Dira hanya menjadikan Amed sebagai pelarian. Hanya untuk melupakan bayang-bayang Ransi. Dira ingin move on dari Ransi.
"Kenapa move on itu susah? Karena dari sekolah SD sampai sekarang yang dipelajari adalah menghafal atau mengingat, bukan melupakan."
Awalnya Dira berhasil sedikit-sedikit melupakan Ransi yang menghilang tanpa kabar, tapi setelah 3 bulan, Amed mulai berubah. Dia jarang menghubungi Dira, bersikap cuek, dan selalu ingkar janji dengan alasan-alasan yang membuat Dira curiga. Setelah mencari informasi, ternyata Amed juga hanya menjadikannya pelarian. Setelah Dira putus, Ransi muncul lagi di hadapan Dira dan hubungan mereka kembali seperti biasa walau belum ada tanda-tanda Ransi juga menyukainya, Dira tetap bertahan. Sampai akhirnya, Dira dikejutkan dengan kabar Ransi berpacaran dengan Mega, salah satu teman SMP Dira yang dulu sempat terlibat pertengkaran dengannya. Dira sedih, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena dia tidak mempunyai hak untuk melarang Ransi berhubungan dengan siapa pun. Karena Dira hanya SAHABAT!
Dira merasa terlalu bodoh karena mengharapkan Ransi membalas cintanya, yang ternyata malah menjalin hubungan dengan orang lain.
Saat Dira masih sedih karena Ransi, Ransi muncul di rumahnya dan menjelaskan bahwa dia nggak pernah jadian sama Mega dan Mega hanya salah paham. Karena saat mega menyatakan cinta, Ransi hanya diam dan Mega kira Ransi menerimanya. Dan Ransi meminta saran Dira gimana caranya bisa putus dari mega karena dia merasa tidak nyaman.
Setelah hubungan Ransi dan Mega berakhir, tidak ada lagi yang menjadi pengganggu di hubungan Ransi dan Dira. Walaupun status hubungan mereka belum ada perubahan, masih tetap SAHABAT. Tapi Dira merasa lebih dekat dengan Ransi. Dia semakin sering bertemu Ransi. Ransi juga lebih sering menghubunginya walau dengan caranya yang aneh, komunikasi via Line, dengan Dira yang bicara dan Ransi yang hanya membalas pesan di ruang obrolan. Namun, semuanya gak berlangsung lama karena saat Dira dan sahabat-sahabatnya memainkan permainan TOD. Saat Ransi ditanya, dia pernah nggak suka salah satu sahabat ceweknya - Dira, Maya, dan Okta - lebih dari sahabat, Ransi bilang nggak. Dira merasa sesak di dadanya dan mulai hari itu, Dira berjanji demi dirinya sendiri kalau dia akan membunuh rasa cintanya ke Ransi. Dan hari Itu juga Dira sadar kalau Ransi hanya menganggapnya nggak lebih dari sahabat dan hanya sebagai pendengar yang baik.
"Kalau kertas yang udah diremas-remas pasti nggak bisa balik rapi lagi, kan? Nah, gitu juga aku. Aku ini punya perasaan dan dia mainin perasaan aku seenaknya. Perasaan aku nggak sebercanda itu!"
Setelah setahun, Dira mencoba membunuh rasa cintanya dan tidak terlalu memperdulikan Ransi, bahkan Dira terlihat dekat dengan salah satu teman kerjanya yang sering di jodoh-jodohkan dengannya. Tapi saat itu juga, Ransi selalu muncul lagi bahkan semakin sering memberikan kode-kode dan membuat jantung Dira berdebar kencang. Namun, Dira tidak ingin cepat-cepat menanyakan maksudnya. Dira berpikir mungkin Ransi masih ingin pendekatan dulu. Dira hanya bisa bersabar.
"Kalau dianya kode terus, kamunya nggak ada reaksi, sampai kucing punya tanduk juga nggak selesai-selesai!"
Setelah sekian lama hubungannya dan Ransi tidak mengalami kemajuan dan karena tidak ingin berspekulasi sendiri, Dira akhirnya mencoba memberanikan diri mengucapkan isi hatinya dan menanyakan perasaan Ransi yang sebenarnya ke dia. Dira nggak ingin perasaannya terus-terusan di tarik ulur. Terlebih ada satu rahasia yang menjadi ketakutan besar dalam dirinya yang ingin diceritakannya pada Ransi, jika Ransi mau membalas perasaannya.
"Kalau dia nggak terima gimana, Bu?"
"Berarti bukan jodoh."
Kira-kira perasaan Dira berbalas nggak ya? Kalau iya, apa Ransi akan tetap nerima Dira setelah tahu rahasia yang selama ini menjadi ketakutan Dira?
"Mungkin jodoh tak datang tepat waktu. Tapi dia datang di waktu yang tepat. Saat keduanya telah sama-sama siap untuk menjalani jalan panjang yang penuh liku."
Novel ini mengajarkan bahwa kalau sudah jodoh nggak akan kemana. Kita hanya perlu bersabar untuk menunggu waktu yang tepat agar bisa bertemu dengan orang yang tepat dan berdoa agar diberikan yang terbaik. Karena kadang apa yang kita ingin atau harapkan belum tentu yang terbaik untuk kita, hanya Allah lah yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Dan jangan berharap pada manusia. Karena saat kita berharap pada manusia, Allah akan kasih kita rasa sakit dan kecewa, karena kita menggantungkan harapan kepada selain Dia.
Novel ini diceritakan dari sudut pandang Dira dengan alur maju mundur. Konfliknya juga ringan, malah temanya ini sebenarnya udah mainstream banget tentang suka sama sahabat sendiri a.k.a friendzone, tapi malah dari awal sampai akhir ceritanya gak bikin bosen apalagi ada kode-kode dari ransi yang bikin gregetan. Selain itu, yang paling aku suka banyak quote-quote bagus yang ngena banget, covernya juga cantik banget dan karakter tokoh-tokohnya juga konsisten sampai akhir, sama kayak aku yang konsisten pengen cowok kayak Ransi π
Ini novel recomended banget buat yang pernah atau lagi terjebak friendzone. Atau yang mau coba masuk dalam zona friendzone, boleh dibaca dulu kali aja bisa buat bahan pembelajaran biar bisa lebih kuat saat terjebak zona ini π
Yang mau belajar kode-kode ala Ransi juga bisa, asal jangan suka hilang-hilangan aja kayak si Ransi yak hehe
4/5 π



